Breaking News

Blogger templates

Blogroll

Monday, October 24, 2011

aku, kamu, dia

aku, kamu, dia

aku tetap aku

kamu? siapa sich kamu..?

dia? siapa dia..?

aku, kamu, dia... berbeda

tidak saling kenal




Read more ...

Friday, October 21, 2011

Sebab cintanya pada Allah ia mampu taklukan Konstantinopel

Sungguh indah dan dalam makna yang terkisah pada sejarah penaklukan Konstantinopel, lihat saja bagaimana seorang Sultan Muda baru genap 23 tahun usianya, bukan hanya pandai memimpin pasukan, ia pandai mengatur siasat pertempuran, ia juga pandai membangkitkan ruhiyah pasukannya.
Berikut penggalan kisahnya yang ditulis indah oleh Salim A Fillah dalam bukunya, Jalan Cinta Para Pejuang...

Seperti tiga malam terakhir menjelang pertempuran itu, ia berdiri diatas mimbar, dan meminta semua pasukannya berdiri. "Saudara-saudaraku di jalan Allah", ujarnya, "Amanah yang dipikulkan ke pundak kita menuntut hanya yang terbaik yang layak mendapatkannya. Tujuh ratus tahun lamanya nubuat Rasulullah telah menggerakkan para mujahid tangguh, tetapi Allah belum mengizinkan mereka memenuhinya. Aku katakan pada kalian sekarang, yang pernah meninggalkan shalat fardhu saat balighnya, silakan duduk!"

Begitu sunyi. Tak seorang pun bergerak.

"Yang pernah meninggalkan puasa Ramadhan, silakan duduk!"

Andai sebutir keringat jatuh ketika itu, pasti terdengar. Hening sekali, tak satu pun bergerak.

"Yang pernah mengkhatamkan Al Quran melebihi sebulan, silakan duduk!"

Kali ini, beberapa gelintir orang perlahan menekuk kakinya. Berlutut berlinang air mata.

"Yang pernah kehilangan hafalan Al Quran-nya, silakan duduk!"

Kali ini lebih banyak yang menangis sedih, khawatir tak terikut menjadi ujung tombak pasukan. Mereka pun duduk.

"Yang pernah meninggalkan sholat malam sejak balighnya, silakan duduk!"

Tinggal sedikit yang masih berdiri, dengan wajah yang sangat tegang, dada berdegub kencang, dan tubuh menggelegar.

"Yang pernah meninggalkan puasa Ayyamul Bidh, silakan duduk!"

Kali ini semua terduduk lemas. Hanya satu orang yang masih berdiri. Dia, sang Sultan sendiri. Namanya Muhammad Al Fatih.

Luar biasa penggalan kisah ini, betapa sisi-sisi ruhiyah menjadi tolok ukur yang utama dalam keseharian Sultan Muhammad Al Fatih dan pasukannya. Ia sangat menjaga hubungan cintanya kepada Allah dalam ibadah hariannya, ia sangat menjaga sholat malamnya, ia sangat menjaga shoum-shoum sunnahnya, ia sangat menjaga tilawah dan hafalan al-Qurannya.

Maka tak heran pasukan yang dipimpinnya sangat patuh dan hormat dengan Sultan Muhammad Al Fatih walau ia berusia muda (23 thn). Ia terhormat bukan saja karena kecerdasannya, ia terhormat bukan saja karena usianya yang muda, ia terhormat dan dipatuhi oleh pasukannya karena ia pandai menjaga hubungan cintanya dengan Sang pemilik bumi dan langit yaitu Allah aza wa Jalla.

Temans, rasanya sulit jika kita ingin melaksanakan apa yg pernah dilakukan Sultan Muhammad Al Fatih pada masa hidupnya, ibadah sunnah ia jalankan semuanya. Namun mari sama-sama kita coba mempraktekkannya dengan cara kita masing-masing tentu dengan kemampuan yang kita miliki.

Mari kita perbaiki semangat beribadah kita, mari kita gapai Cintanya Allah...

Wa Allahu 'alam
Read more ...
Designed By Blogger Templates