Bismillah. Sahabat Nusantara dan sahabat kepri, gimana kabar semuanya, semoga senantiasa dalam lindungan lindungan Allah dan penuh keberkahan.
Sahabat Nusantara dan sahabat Kepri, shabat sekalian pernah dengar kan tentang Kisah Umar bin Khattab menundukkan Sungai Nil?
Ayo siapa yang tau dimana sungai Nil itu?
Sungai nil adalah sungai terpanjang di dunia yang membentang dari Etopia melewati lima Negara di antaranya Sudan dan Mesir. Semoga Allah menjaga Mesir dan penduduknya dari fitnah yang dzahir dan yang batin.
Sungai Nil menjadi urat nadi kehidupan Negara-negara lembah sungai Nil, termasuk Mesir. Sepanjang tahun sungai Nil tak pernah kering dan surut, namun di jaman Amru bin Ash, ternyata sungai Nil pernah surut lho.
Yuk mari kita dsimak kisahnya!!
Saat umat Islam menaklukkan Mesir di bawa kepemimpinan sahabat Umruh bin Ash, penduduk Mesir datang kepada Amru bin Ash sebagai gubernur yang ditunjuk oleh Umar bin Khattab, penduduk Mesir mengabari Amru bin Ash, bahwa di Mesir ada satu tradisi yang dilakukan agar sungai Nil tetap mengalir, Amru bin Ash pun bertanya apakah tradisi itu. Kemudian penduduk Mesir bercerita bahwa setiap tahun, kami memiliki tradisi mengorbankan seorang gadis perawan yang didandangi dengan cantik dan dilemparkan ke dalam sungai Nil, agar sungai Nil tetap mengalir, dan jika tidak maka Sungai Nil tidak akan mengalir.
Mendengar laporan penduduk Mesir ini, Amru bin Ash menjawab bahwa tradisi mengorbankan perempuan ke dalam Sungai Nil bukanlah tradisi Islam, dan Islam meruntuhkan apa yang ada sebelumnya.
Maka pada tahun itu pun tidak ada tradisi mengorbankan perempuan ke dalam Sungai Nil, namun ternyata, apa yang dikatakan penduduk Mesir bahwa jika tidak diadakan tradisi pengorbanan perempuan, maka air sungai Nil tak akan mengalir, karena air sungai Nil tak mengalir, hingga penduduk Mesir saat itu, hampir-hampir meninggalkan Mesir dan mereka marah kepada Amru bin Ash.
Amru bin Ash yang mengetahui peristiwa ini langsung mengirim surat kepada Umar bin Ash dan menciritakan apa yang terjadi di Mesir yaitu tradisi mengorbankan Perawan ke dalam Sungai Nil agar Sungai Nil dapat mengalir dan Amru bin Ash telah melarang tradisi ini, karena bertentangan dan Islam dan Islam meruntuhkah tradisi yang sebelumnya.
Setelah mengetahui laporan Amru bin Ash perihal peristiwa yang terjadi di Mesir, Umar bin Khattab pun mengirim surat kepada Amru bin Ash dan memuji sikap Amru bin Ash, karena Islam meruntuhkan tradisi yang bertentangan dengan Islam. Umar bin Khattab juga mengirim surat khusus kepada sungai Nil, Umar memerintahkan Amru bin Ash agar melemparkan surat tersebut ke dalam Sungai Nil.
Kira-kira apa ya isi Surat Amirul Mukminin kepada sungai Nil, yuk mari kit abaca.
Dalam Suratnya, Umar Radhiyallahu Anhu menulis:
“Dari hamba Allah Amirul Mu’minin Umar bin Khattab kepada Nil penduduk Mesir, Amma ba’d:
Jika engkau mengalir karena darimu, maka jangan mengalir, namun jika engkau mengalir karena Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Menunddukan, maka saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Menundukkan agar engkau mengalir”.
Demikianlah isi surat Amirul Mu’minin Umar bin Khattab kepada sungai Nil, hingga akhirnya sungai Nil kembali mengalir, dan hilanglah tradisi buruk yang lama dilakukan oleh Mesir.
Nah sahabat Nusantara dan Sahabat Kepri, ada yang bisa ambil pelajaran gk dan rahasia kenapa Umar bin Khattab diberikan kekuatan bisa menunddukan sungai Nil?
Yuk silahkan ditunggu shrare dan tempalasi spritualnya ya? Salam berbagi moga bermanfaat.
Sahabat Nusantara dan sahabat Kepri, shabat sekalian pernah dengar kan tentang Kisah Umar bin Khattab menundukkan Sungai Nil?
Ayo siapa yang tau dimana sungai Nil itu?
Sungai nil adalah sungai terpanjang di dunia yang membentang dari Etopia melewati lima Negara di antaranya Sudan dan Mesir. Semoga Allah menjaga Mesir dan penduduknya dari fitnah yang dzahir dan yang batin.
Sungai Nil menjadi urat nadi kehidupan Negara-negara lembah sungai Nil, termasuk Mesir. Sepanjang tahun sungai Nil tak pernah kering dan surut, namun di jaman Amru bin Ash, ternyata sungai Nil pernah surut lho.
Yuk mari kita dsimak kisahnya!!
Saat umat Islam menaklukkan Mesir di bawa kepemimpinan sahabat Umruh bin Ash, penduduk Mesir datang kepada Amru bin Ash sebagai gubernur yang ditunjuk oleh Umar bin Khattab, penduduk Mesir mengabari Amru bin Ash, bahwa di Mesir ada satu tradisi yang dilakukan agar sungai Nil tetap mengalir, Amru bin Ash pun bertanya apakah tradisi itu. Kemudian penduduk Mesir bercerita bahwa setiap tahun, kami memiliki tradisi mengorbankan seorang gadis perawan yang didandangi dengan cantik dan dilemparkan ke dalam sungai Nil, agar sungai Nil tetap mengalir, dan jika tidak maka Sungai Nil tidak akan mengalir.
Mendengar laporan penduduk Mesir ini, Amru bin Ash menjawab bahwa tradisi mengorbankan perempuan ke dalam Sungai Nil bukanlah tradisi Islam, dan Islam meruntuhkan apa yang ada sebelumnya.
Maka pada tahun itu pun tidak ada tradisi mengorbankan perempuan ke dalam Sungai Nil, namun ternyata, apa yang dikatakan penduduk Mesir bahwa jika tidak diadakan tradisi pengorbanan perempuan, maka air sungai Nil tak akan mengalir, karena air sungai Nil tak mengalir, hingga penduduk Mesir saat itu, hampir-hampir meninggalkan Mesir dan mereka marah kepada Amru bin Ash.
Amru bin Ash yang mengetahui peristiwa ini langsung mengirim surat kepada Umar bin Ash dan menciritakan apa yang terjadi di Mesir yaitu tradisi mengorbankan Perawan ke dalam Sungai Nil agar Sungai Nil dapat mengalir dan Amru bin Ash telah melarang tradisi ini, karena bertentangan dan Islam dan Islam meruntuhkah tradisi yang sebelumnya.
Setelah mengetahui laporan Amru bin Ash perihal peristiwa yang terjadi di Mesir, Umar bin Khattab pun mengirim surat kepada Amru bin Ash dan memuji sikap Amru bin Ash, karena Islam meruntuhkan tradisi yang bertentangan dengan Islam. Umar bin Khattab juga mengirim surat khusus kepada sungai Nil, Umar memerintahkan Amru bin Ash agar melemparkan surat tersebut ke dalam Sungai Nil.
Kira-kira apa ya isi Surat Amirul Mukminin kepada sungai Nil, yuk mari kit abaca.
Dalam Suratnya, Umar Radhiyallahu Anhu menulis:
“Dari hamba Allah Amirul Mu’minin Umar bin Khattab kepada Nil penduduk Mesir, Amma ba’d:
Jika engkau mengalir karena darimu, maka jangan mengalir, namun jika engkau mengalir karena Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Menunddukan, maka saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Menundukkan agar engkau mengalir”.
Demikianlah isi surat Amirul Mu’minin Umar bin Khattab kepada sungai Nil, hingga akhirnya sungai Nil kembali mengalir, dan hilanglah tradisi buruk yang lama dilakukan oleh Mesir.
Nah sahabat Nusantara dan Sahabat Kepri, ada yang bisa ambil pelajaran gk dan rahasia kenapa Umar bin Khattab diberikan kekuatan bisa menunddukan sungai Nil?
Yuk silahkan ditunggu shrare dan tempalasi spritualnya ya? Salam berbagi moga bermanfaat.
sumber: Ustadzah Herlini Amran

No comments:
Post a Comment