Breaking News

Blogger templates

Blogroll

Monday, October 7, 2013

Kisah Semangkuk Soto

Seorang anak tampak tersaruk-saruk menyusuri jalanan. Hatinya kesal. Dia merasa seharian ibunya tak pernah mengerti dirinya. Puncaknya ketika dia dimarahi oleh ibunya. Dia memutuskan untuk meninggalkan rumah. Masalah muncul ketika perutnya berontak minta diisi. Dari warung ke warung, dia meminta belas kasih sang pemilik, namun tak bersambut. 
Hingga sampailah ke sebuah warung soto, tak besar, namun senyum pemiliknya membuat si anak ini merasa punya harapan. Kata sang pemilik, "nikmatilah siang mu ini. Aku yang traktir." 

Betapa girangnya anak itu. Sekejap ludes semangkuk soto itu. Lalu dengan mengucap beribu pujian dan terimakasih, dia bilang,"tak pernah kurasakan soto seenak ini, juga tak pernah kujumpai orang sebaik Bapak". Dengan senyum, pemilik warung itu menjawab,"nak, semangkuk soto dariku ini tak pernah bisa menggantikan bubur yang dibuat ibumu saat kau kecil, juga masakan kesukaanmu yang dia buatkan agar kau tumbuh sehat dan besar. Ingatlah nak, jangan kau lupakan kebaikan orang-orang terdekat yang kau sayangi, hanya karena sebuah kebaikan yang lain".

Segera bergegas anak itu pulang. Disadarinya betapa ibunya telah memberikan segalanya selama ini. Di tengah amarahnya sendiri, semuanya menguap tak berbekas. Begitu kakinya menginjak rumah, menghambur lah ibunya yang matanya memerah usai menangis. Dengan suara lembut dan menenangkan,"maafkan ibu ya nak.. Kemana saja kau pergi. Tak apa-apa kan Nak? Ayo, sini. Ibu masakkan makanan kesukaanmu." Meleleh air mata anak itu. Dia sadar berbuat tidak adil kepada ibunya. Dipeluk erat Ibunya, terucap permohonan maaf dan rasa terima kasih yang selama ini sering lupa terucap. Terimakasih Ibu..

-sumber: harian rakyat merdeka | Rabu, 2 Oktober 2013 

No comments:

Designed By Blogger Templates