Breaking News

Blogger templates

Blogroll

Wednesday, November 13, 2013

Surat Khusus Umar bin Khattab kepada Sungai Nil di Mesir

Bismillah. Sahabat Nusantara dan sahabat kepri, gimana kabar semuanya, semoga senantiasa dalam lindungan lindungan Allah dan penuh keberkahan.

Sahabat Nusantara dan sahabat Kepri, shabat sekalian pernah dengar kan tentang Kisah Umar bin Khattab menundukkan Sungai Nil? 

Ayo siapa yang tau dimana sungai Nil itu?

Sungai nil adalah sungai terpanjang di dunia yang membentang dari Etopia melewati lima Negara di antaranya Sudan dan Mesir. Semoga Allah menjaga Mesir dan penduduknya dari fitnah yang dzahir dan yang batin.

Sungai Nil menjadi urat nadi kehidupan Negara-negara lembah sungai Nil, termasuk Mesir. Sepanjang tahun sungai Nil tak pernah kering dan surut, namun di jaman Amru bin Ash, ternyata sungai Nil pernah surut lho.

Yuk mari kita dsimak kisahnya!!

Saat umat Islam menaklukkan Mesir di bawa kepemimpinan sahabat Umruh bin Ash, penduduk Mesir datang kepada Amru bin Ash sebagai gubernur yang ditunjuk oleh Umar bin Khattab, penduduk Mesir mengabari Amru bin Ash, bahwa di Mesir ada satu tradisi yang dilakukan agar sungai Nil tetap mengalir, Amru bin Ash pun bertanya apakah tradisi itu. Kemudian penduduk Mesir bercerita bahwa setiap tahun, kami memiliki tradisi mengorbankan seorang gadis perawan yang didandangi dengan cantik dan dilemparkan ke dalam sungai Nil, agar sungai Nil tetap mengalir, dan jika tidak maka Sungai Nil tidak akan mengalir.

Mendengar laporan penduduk Mesir ini, Amru bin Ash menjawab bahwa tradisi mengorbankan perempuan ke dalam Sungai Nil bukanlah tradisi Islam, dan Islam meruntuhkan apa yang ada sebelumnya.

Maka pada tahun itu pun tidak ada tradisi mengorbankan perempuan ke dalam Sungai Nil, namun ternyata, apa yang dikatakan penduduk Mesir bahwa jika tidak diadakan tradisi pengorbanan perempuan, maka air sungai Nil tak akan mengalir, karena air sungai Nil tak mengalir, hingga penduduk Mesir saat itu, hampir-hampir meninggalkan Mesir dan mereka marah kepada Amru bin Ash.

Amru bin Ash yang mengetahui peristiwa ini langsung mengirim surat kepada Umar bin Ash dan menciritakan apa yang terjadi di Mesir yaitu tradisi mengorbankan Perawan ke dalam Sungai Nil agar Sungai Nil dapat mengalir dan Amru bin Ash telah melarang tradisi ini, karena bertentangan dan Islam dan Islam meruntuhkah tradisi yang sebelumnya.

Setelah mengetahui laporan Amru bin Ash perihal peristiwa yang terjadi di Mesir, Umar bin Khattab pun mengirim surat kepada Amru bin Ash dan memuji sikap Amru bin Ash, karena Islam meruntuhkan tradisi yang bertentangan dengan Islam. Umar bin Khattab juga mengirim surat khusus kepada sungai Nil, Umar memerintahkan Amru bin Ash agar melemparkan surat tersebut ke dalam Sungai Nil.

Kira-kira apa ya isi Surat Amirul Mukminin kepada sungai Nil, yuk mari kit abaca.
Dalam Suratnya, Umar Radhiyallahu Anhu menulis:

“Dari hamba Allah Amirul Mu’minin Umar bin Khattab kepada Nil penduduk Mesir, Amma ba’d:

Jika engkau mengalir karena darimu, maka jangan mengalir, namun jika engkau mengalir karena Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Menunddukan, maka saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Menundukkan agar engkau mengalir”.
Demikianlah isi surat Amirul Mu’minin Umar bin Khattab kepada sungai Nil, hingga akhirnya sungai Nil kembali mengalir, dan hilanglah tradisi buruk yang lama dilakukan oleh Mesir.

Nah sahabat Nusantara dan Sahabat Kepri, ada yang bisa ambil pelajaran gk dan rahasia kenapa Umar bin Khattab diberikan kekuatan bisa menunddukan sungai Nil?

Yuk silahkan ditunggu shrare dan tempalasi spritualnya ya? Salam berbagi moga bermanfaat.

sumber: Ustadzah Herlini Amran
Read more ...

Thursday, November 7, 2013

Renungan Muharam: "Ada yang Salah..."

DOELOE,  orang tua kita berangkat bekerja setelah matahari terbit dan sudah kembali ke rumah sebelum matahari terbenam.

Walaupun memiliki anak yang banyak, rumah dan halaman pun tetap luas, bahkan tidak sedikit ada yang memiliki kebun, dan semua anak-anaknya bersekolah.

Sekarang banyak yang berangkat kerja subuh dan sampai rumah setelah Isya, tapi rumah dan tanah yang dimiliki tidak seluas rumah orang tua kita, dan bahkan banyak yang takut memiliki anak banyak karena takut kekurangan.

"Dan sungguh akan اَللّهُ berikan cobaan kepada manusia dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta...." - al Baqarah: 155-

Ada yang salah dengan cara hidup orang modern

Orangtua kita hidup tanpa banyak alat bantu, tapi tenang menjalani hidupnya.
Sementara kita yang dilengkapi dengan pampers, mesin cuci, kompor gas, HP, kendaraan, TV, email, FB, Twitter, ipad, ruangan ber AC dll. Harusnya mempermudah hidup ini, tapi ternyata tidak, sampai-sampai tidak sempat kita menikmati hidup karena semuanya dilakukan terburu-buru.

Berangkat kerja, TERBURU-BURU....
Pulang kerja, juga TERBURU-BURU....
Makan siang, TERBURU-BURU....
Di lampu merah, TERBURU-BURU....
Berdo'a pun, TERBURU-BURU....
Bahkan sholatpun, TERBURU-BURU....

sifat diatas bukti dari Al-Qur'an surat Al Isra' (17) ayat 11
"Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa"

Hanya mati, yang tidak seorangpun mau TERBURU-BURU...

Saking takutnya akan kurangnya harta untuk keluarga sampai-sampai kita HITUNGAN dalam BERSEDEKAH, sementara اَللّهُ tidak pernah hitungan dalam memberi rizki kepada kita.

"Setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat kikir..." -al Baqarah: 268-

Bahkan saking lebih takutnya kita kehilangan pekerjaan hingga berani melewatkan sholat subuh, sholat maghib dsb.. 

Sampai dimanakah hidup kita pada hari ini...

Read more ...

Sunday, October 27, 2013

Keutamaan Bersabar Ketika Dicaci

SUATU HARI, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bertandang ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq. Ketika bercengkrama dengan Rasulullah, tiba-tiba datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar. Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu. Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah. Melihat hal ini, Rasulullah tersenyum.

Kemudian, orang Arab Badui itu kembali memaki Abu Bakar. Kali ini, makian dan hinaannya lebih kasar. Namun, dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya, Abu Bakar tetap membiarkan orang tersebut. Rasulullah kembali memberikan senyum.

Semakin marahlah orang Arab Badui tersebut. Untuk ketiga kalinya, ia mencerca Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan. Kali ini, selaku manusia biasa yang memiliki hawa nafsu, Abu Bakar tidak dapat menahan amarahnya. Dibalasnya makian orang Arab Badui tersebut dengan makian pula. Terjadilah perang mulut. Seketika itu, Rasulullah beranjak dari tempat duduknya. Ia meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam.

Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung. Dikejarnya Rasulullah yang sudah sampai halaman rumah. Kemudian Abu Bakar berkata, "Wahai Rasulullah, janganlah Anda biarkan aku dalam kebingungan yang sangat. Jika aku berbuat kesalahan, jelaskan kesalahanku!"

Rasulullah menjawab, "Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dengan membawa kemarahan serta fitnahan lalu mencelamu, kulihat tenang, diam dan engkau tidak membalas, aku bangga melihat engkau orang yang kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian, dan aku tersenyum karena ribuan malaikat di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun kepadamu, kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Begitu pun yang kedua kali, ketika ia mencelamu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya. Oleh sebab itu, aku tersenyum. Namun, ketika kali ketiga ia mencelamu dan engkau menanggapinya, dan engkau membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu.

Hadirlah iblis di sisimu. Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengan kamu aku tidak ingin berdekatan dengannya, dan aku tidak memberikan salam kepadanya."

Setelah itu menangislah Abu Bakar ketika diberitahu tentang rahasia kesabaran bahwa itu adalah kemuliaan yang terselubung.

----

SubhanAllah...

"Maka bersabarlah engkau dengan kesabaran yang baik." (QS.Al-Ma’arij : 5)
Read more ...

Saturday, October 26, 2013

Elevator Pitch ala Sandiaga Uno

Cerita ini sudah mengendap di memori saya dan baru sekarang sempat menuliskannya di sini.
Saya dapatkan cerita ini saat menghadiri sharing Pak @sandiuno di @tdabali di sela-sela kesibukan beliau menjadi salah satu nara sumber di perhelatan APEC 2013 di Bali.

Elevator pitch, ada yang tahu artinya?
Kira-kira seperti ini maksudnya: sebuah percakapan singkat, biasanya di dalam lift, dengan seseorang yang “penting”, bisa calon investor, calon pembeli dan sebagainya.
Pertemuan ini biasanya langka dan tanpa sengaja. Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan berbicara seefektif dan efisien mungkin, supaya pesannya tepat sasaran dan dapat respon langsung.
Nah, kesempatan inilah yang didapat oleh Pak Sandy saat di awal bisnisnya sebagai konsultan keuangan perusahaan yang belum dikenal alias masih “anak bawang” setelah ia di-PHK dari perusahaan tempat ia bekerja.

Salah satu target incarannya adalah Pak Dahlan Iskan (@iskan_dahlan), pemilik grup Jawa Pos.
Pak Sandy mempelajari bahwa salah satu anak perusahaan Pak Dahlan sedang bermasalah dan butuh restrukturisasi. Tantangannya adalah bagaimana caranya supaya bisa bertemu dan berbicara dengan Pak Dahlan, menyampaikan pesan dan diterima.

Kesempatan itu akhirnya didapat, saat Pak Dahlan bergegas menuju mobilnya.
Pak Sandy mengejar beliau dan minta waktu untuk bertemu dan berbicara.
“Maaf, saya tidak bisa memenuhi permintaan anda. Tapi kalau anda mau, ada waktu sekitar 8 menit sekarang sambil saya menuju ke parkiran mobil”, kira-kira demikian jawaban Pak Dahlan Iskan.
Bagaimana caranya agar pesannya sampat tepat sasaran dan mendapat respon positif dalam waktu menit? Itulah tantangan yang harus dihadapi Pak Sandy ketika itu.
“Pak, salah satu perusahaan Bapak ABC menurut saya sedang dalam masalah dan kami bisa membantu melakukan restrukturisasi dalam 3 bulan saja. Bapak hanya bayar jasa kami kalau sukses, kalau gagal tidak usah bayar alias gratis”, demikian kira-kira penawarannya.
Penawaraan yang cukup sensasional dan sulit ditolak.
“Tidak usah bayar?, Ya sudah, coba saja”, jawab Pak Dahlan.
Singkat cerita, penawaran “elevator pitch” itu sukses dan pekerjaan itu diselesaikan Pak Sandy dan timnya dalam 3 bulan dengan sukses.

Uang jasanya yang tidak seberapa ketika itu bahkan masih di simpan Pak Sandy di lacinya. Uang itu kadang-kadang dilihatnya sebagai penyemangat di saat ia sedang “down”.
Kita tidak mengira orang sesukses Pak Sandy ternyata punya kisah perjalanan yang tidak mudah di awalnya.

NB: saya atas nama komunitas TDA sangat berterima kasih atas perhatiaan dan waktu Pak Sandy yang telah diberikan kepada TDA selama ini. Kesempatan emas di Bali ini sebenarnya bukan atas permintaan kami, tapi Pak Sandy sendiri yang menawarkan melalui
Pak @iimrusyamsi karena ada waktu luang selama di Bali.

sumber: http://roniyuzirman.wordpress.com/2013/10/25/elevator-pitch-ala-sandiaga-uno/ 
Read more ...

Monday, October 7, 2013

Kisah Semangkuk Soto

Seorang anak tampak tersaruk-saruk menyusuri jalanan. Hatinya kesal. Dia merasa seharian ibunya tak pernah mengerti dirinya. Puncaknya ketika dia dimarahi oleh ibunya. Dia memutuskan untuk meninggalkan rumah. Masalah muncul ketika perutnya berontak minta diisi. Dari warung ke warung, dia meminta belas kasih sang pemilik, namun tak bersambut. 
Hingga sampailah ke sebuah warung soto, tak besar, namun senyum pemiliknya membuat si anak ini merasa punya harapan. Kata sang pemilik, "nikmatilah siang mu ini. Aku yang traktir." 

Betapa girangnya anak itu. Sekejap ludes semangkuk soto itu. Lalu dengan mengucap beribu pujian dan terimakasih, dia bilang,"tak pernah kurasakan soto seenak ini, juga tak pernah kujumpai orang sebaik Bapak". Dengan senyum, pemilik warung itu menjawab,"nak, semangkuk soto dariku ini tak pernah bisa menggantikan bubur yang dibuat ibumu saat kau kecil, juga masakan kesukaanmu yang dia buatkan agar kau tumbuh sehat dan besar. Ingatlah nak, jangan kau lupakan kebaikan orang-orang terdekat yang kau sayangi, hanya karena sebuah kebaikan yang lain".

Segera bergegas anak itu pulang. Disadarinya betapa ibunya telah memberikan segalanya selama ini. Di tengah amarahnya sendiri, semuanya menguap tak berbekas. Begitu kakinya menginjak rumah, menghambur lah ibunya yang matanya memerah usai menangis. Dengan suara lembut dan menenangkan,"maafkan ibu ya nak.. Kemana saja kau pergi. Tak apa-apa kan Nak? Ayo, sini. Ibu masakkan makanan kesukaanmu." Meleleh air mata anak itu. Dia sadar berbuat tidak adil kepada ibunya. Dipeluk erat Ibunya, terucap permohonan maaf dan rasa terima kasih yang selama ini sering lupa terucap. Terimakasih Ibu..

-sumber: harian rakyat merdeka | Rabu, 2 Oktober 2013 
Read more ...
Designed By Blogger Templates